Strategi Mencapai Tujuan “Gabungan Keunggulan”

Penambahan kapasitas daya genset, Perubahan tata ruang, Penambahan daya terpasang, Penggantian kapasitas motor exhaust dll apakah dapat dikatakan proyek? Ya, karena jenis pekerjaannya bukan suatu rutinitas yang sudah terjadwal atau ditentukan, dari pelaksanaan dan jenis pekerjaan telah tergambarkan suatu gabungan beberapa aktifitas dimana tiap pekerjaan terintegrasi memiliki target sendiri dan lebih spesifik. Pekerjaan rutin yang secara terus menerus akan diperoleh suatu proses, sehingga proses yang berkesinambungan tidak dapat dianggap suatu proyek.

Setiap proyek harus memiliki kualifikasi dan spesifikasi yang jelas terutama dalam hal “Waktu dan Target”, ada start and finish (awal dan akhir). Dengan proyek, kita memiliki usaha guna menghasilkan produk atau jasa yang unik (spesial). Kompetisi yang semakin ketat, apalagi pada tahun 2010, Negara kita entah siap atau tidak siap harus menerima serbuan dari pihak luar, dalam penerapan ekonomi dibidang produk dan jasa. Tanpa memiliki metode yang akan dilaksanakan, niscaya sebagian besar SDM yang dimiliki hanya menjadi penonton.

Suatu metode (strategi) pendekatan yang fleksibel dan tanggap untuk menghadapi permintaan pelanggan (konsumen) yang selalu berubah adalah penting. Dengan kata lain, suatu produk atau jasa diberikan harus mampu menghasilkan nilai dengan “lebih cepat, lebih murah dan dengan kualitas yang lebih baik” dibandingkan dengan produk pesaingnya, sehingga “PROYEK” disini dipakai sebagai salah satu “STRATEGI TOOL” untuk mecapai sasaran atau target tertentu.

Jelas, bahwa proyek tidak harus diasumsikan dengan dunia Konstruksi, baik juga untuk Non-Konstruksi. Perbedaan antara keduanya hanya pada produk akhirnya, Nyata (Tangible) dan tidak nyata (Intangible).
Dengan penerapan langsung dari Pengetahuan, Keterampilan, Tolls dan Teknik pada suatu aktifitas, sehingga aktifitas tersebut memiliki persyaratan dan kebutuhan dari suatu perencanaan yang terpenuhi, hal ini yang disebut Manajemen Proyek. Dengan Manajemen Proyek setidaknya dapat dilihat dan dikelola dari 9 Subdisiplin Pengetahuan / Manajemen ( A Guide to The Project Management Body of Knowlage ),
Yakni: Lingkup pekerjaan, Waktu pencapaian, Biaya, Kualitas hasil, SDM, Komunikasi, Resiko, Procurement dan Integrasi.
Pada aplikasinya tidak semua manajemen tersebut diatas mudah untuk pelaksanaanya.

Tanpa memiliki kemampuan intuisi dan penguasaan informasi akan menyebabkan tidak maksimalnya kualitas dari hasil pekerjaan dan kadang kala terjadi kegagalan. Penguasaan informasi dapat diperoleh berdasarkan data diolah pada waktu sebelum direncanakan proyek. Untuk merumuskan pencari solusi suatu masalah, melaksanakan solusi dan memonitor hasil dari tindakan berkelanjutan. Instuisi dibangun berdasarkan masalah yang sering dihadapi, baik secara “terbuka” atau “tertutup”. “Terbuka” mengandung arti permasalahan telah diketahui dari sisi pengetahuan, standarisasi penerapan kerja, evaluasi berkelanjutan yang jelas, menghitung nilai keberhasilan yang diperoleh dan menghindari perbedaan pandangan dalam suatu sudut pola pikir. “Tertutup” artinya memiliki kontribusi dalam tiap peristiwa yang tidak dapat terselesaikan, tidak hanya berdasarkan pengetahuan akan tetapi pengalaman dan jam terbang kerja serta usaha meningkatkan analisa (kesimpulan) sehingga memperoleh pembuktian dalam tiap kasus / masalah.

Untuk semua ini, setiap orang memiliki kualitas yang berbeda, acapkali ditemui kegagalan dari suatu proyek. Pimpinan proyek harus memahami benar bagaimana cara mempertahankan kinerja SDM, logistik material, kondisi physikologis tim, waktu tak terjadwal, komunikasi verbal dan non verbal, kegagalan suatu pekerjaan, teknis dari proses dan pengumpulan keseluruhan materi tersimpul. Jika seorang pimpinan proyek tidak terbiasa melaksanakan cakupan strategi, kemungkinan proyek tidak akan mencapai kualitas yang sudah di standarkan. Terbiasakan dalam mengkomunikasikan rencana dan target serta memiliki solusi tepat guna, dapat mengoptimalisasi secara gamblang dalam aktifitas suatu proyek.

Sinergi yang tepat diantara ke 9 dimensi menejemen di atas akan semakin baik, jika kita memahami secara jelas serta melaksanakan secara tepat dari Asas Manajemen, yakni :
a. Perencanaan
b. Pengkoordinasian
c. Pengorganisasian
d. Pelaksanaan &
e. Pengawasan
Semuanya dapat diperoleh dari hal terkecil, sesuai gambaran aktifitas yang sudah memiliki target dan hasil yang ditetapkan. Nilai Akuntabilitas diperoleh dan secara langsung menambah suatu nilai koordinat yang pasti dalam suatu tindakan atau keputusan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s