Paradigma Teknisi Perawatan

Semakin derasnya temuan-temuan teknologi berdasarkan penelitian atau perkembangan di lapangan menuntut kecepatan perkembangan juga di sektor tenaga ahli ( SDM ). Pemakaian / operasional tidak akan berfungsi baik, jikalau kesetaraan dalam mengintroduksi (transfer teknologi tidak ditingkatkan kemampuan dari sisi SDM-nya). Perkembangan teknologi elektronika berbasis IC ( Integrated Circuit ) juga makin meningkatkan perubahan yang terjadi pada teknologi kontrol ( Kendali ). Di satu sisi olah pakai perkembangannya pada suatu bangunan terus bertambah. Kerjasama antara aplikasi bidang Mekanikal (Pompa, pintu, blower, fan, dll) dengan Elektrikal (Daya, motor, kelistrikan, dll) terus saling mengisi, diantaranya telah dipergunakannya alat control (kendali) untuk mempermudah efisiensi dan efektifitas dalam pengoperasian.

Tentu dibutuhkan jenis perawatan yang Realibility (kehandalan) untuk memperoleh hasil maksimal dari sisi ekonomis penggunaannya. Aspek perawatan dan kemampuan pelaksanaannya (Maintainability) merupakan aspek utama bagi perusahaan. Berkenaan dengan operasionalisasi perawatan ME suatu gedung, banyak pelaksanaan dari kegiatan ini mengalami kegagalan dikarenakan tidak mampu melaksanakan dan mengaplikasikan manajemen perawatan serta meningkatkan kemampuan pelaksanaannya dengan baik dan efektif, keseluruhan dari kegiatan ini merangkum tiap engineer harus memiliki berbagai metodologi dan teknik aplikatif untuk analisis kemampuan teknisnya.

Merancang sistem serta menentukan rata-rata kegagalan dari suatu komponen dengan meningkatkan kemampuan secara vertical akan diperoleh potongan-potongan nilai dari kemajuan teknologi terkini, kemampuan mengolah data, membuat informasi dan merumuskan kebijakan, secara tidak langsung akan diperoleh suatu metode. Metode untuk melakukan perawatan dengan berbasis kemampuhandalan untuk setiap komponen dalam operasionalisasi di suatu gedung.

Sebagaimana diketahui bahwa kemampu handalan adalah kunci untuk mengendalikan permasalahan waktu, kualitas produk, keselamatan, serta biaya perawatan. Tiap metode harus memiliki suatu nilai dalam mengidentifikasi dan mengendalikan komponen dalam rangka menekan biaya perawatan dan menjaga kehandalan kinerja dalam aktifitas pengelolaan dan operasional gedung. Dengan konsep yang jelas, tiap engineer (teknisi) dituntut untuk selalu dapat mengimplementasi secara terintegrasi semua komponen terpasang di dalam gedung, agar kinerja dan produktifitas yang dicapai dapat mengimbangi kemajuan dari perkembangan teknologi yang semakin cepat ini, dari waktu ke waktu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s