Prinsip Pelaksanaan Azas Manajemen Terhadap Aplikasi Terapan

Berdirinya suatu bangunan merupakan gabungan (koordinasi) antar berbagai aplikasi ilmu terapan (dasar). Mempelajari sejarah seringkali menyediakan wawasan luas dan dari sisi 2 (dua) hal penting dapat kita peroleh. Pertama, kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh generasi terdahulu jangan sampai terulang. Kedua, banyak…pengetahuan (knowledge) telah terkumpul selama berabad-abad, dan kita dapat memanfaatkannya untuk masa sekarang. Terdapat pelajaran penting untuk para insinyur (ahli teknik), karena sebagian produk baru sebenarnya bukanlah penemuan baru, namun hanya merupakan aplikasi dan kombinasi baru (improvement, inovasi) dari teknologi yang sudah ada.
Komunikasi, salah satu alat untuk membuat suatu teknologi menjadi aplikasi multifungsi. Integrasi antar teknologi yang diciptakan menghasilkan produk yang disebut system. Dengan pengetahuan yang terus dipelajari, akhirnya kita dapat menambah pemahaman mengenai ilmu engineering dewasa ini, sehingga kita tidak terjebak dari godaan untuk melakukan apa yang disebut sebagai “MENGULANG PENEMUAN”.
Dalam mempelajari ilmu pengetahuan kita berusaha mengembangkan teori-teori yang dapat menjelaskan fenomena alam. Teori ilmiah terdiri dari pernyataan atau sekumpulan pernyataan yang mendefinisikan suatu system ideal atau system teoritis. Cabang-cabang dari ilmu terkini seperti termodinamika, mekanika dan ilmu bahan, umumnya didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah yang telah ada antara lain ; hukum termodinamika pertama dan kedua, hukum-hukum Newton, serta teori atom dan molekul.
Sebagian besar ahli teknik (insinyur) muda akan terkejut ketika menyadari, hanya sebagian kecil keputusan dalam suatu bidang yang didasarkan pada pengetahuan ilmu teknik. Bagaimanapun, dengan adanya kemajuan pesat dalam hal material serta teknologi manufaktur, meningkatnya pengetahuan ilmu teknik, pertimbangan dampak lingkungan yang semakin ketat, meningkatnya kompetisi, tuntutan yang lebih besar terhadap efisiensi energi dan semakin meningkatnya kecanggihan yang dibutuhkan oleh produk masa kini, tidak harus membuat seorang ahli teknik (insinyur) memiliki kompetensi pada satu bidang saja.
Saat ini pada sebuah bangunan sudah memiliki banyak sekali sistem yang dipakai, adakalanya sudah terintegrasi pada kendali (control) di dalam satu sistem, ditambah perkembangan teknologi informasi (komunikasi) semakin pesat. Sebagai contoh ilustratif, kita dapat memperhatikan sistem tata udara dari unit pengkondisian udara ( AC ) sentral. Dengan melihat sudut pandang pada satu bidang adalah teknik mesin untuk sistim prosesnya (produksi), Kompresor yang digunakan adalah murni bersifat mekanis. Meskipun performa unit mekanis dinilai cukup memadai pada awalnya, performa mereka telah terpinggirkan oleh sistem terintegrasi termasuk teknologi software, elektronik dan elektrik. Karena tugas utama Kompresor, yakni meningkatkan performa dengan menghasilkan gas (proses kompresi) yang stabil. Dalam kenyataannya, saat ini sudah banyak penggunaan sensor untuk mempermudah proses permintaan dari sistem lainnya. Sistem baru ini memungkinkan, tercipta kompresi maksimal tanpa membuang efisiensi terpakai yang sedang digunakan oleh sistem lainnya. Ini dilakukan dengan mengindera kebutuhan dasar (market atau pasar) temperatur ruang dan keinginan konsumen, juga membandingkannya dengan kerja evaporator serta aplikasi teori fluida dari distribusi jaringan air.
Ahli teknik setidaknya juga harus memiliki pengetahuan di bidang ilmu lain, seperti bidang manajemen ( Ekonomi ), karena konsumen dapat memasang kipas angin ( sistem tata udara ) pada ruang yang panas dan pengap dilanjuti dengan membuka jendela akan dapat menggantikan system yang ada, dengan investasi awal yang jauh lebih rendah ( kurang nyaman tapi ekonomis ). Oleh karena itu seorang ahli teknik dalam implementasi penyelesaian masalah, harus memiliki azas-azas yang teristimewa di luar kemampuan dari pengalaman yang diperoleh di saat bekerja.
Dari tanggung jawab tersebut, bisa dilihat bahwa karakteristik kepribadian dalam engineering manajemen seorang ahli teknik adalah :
• Mampu memilah masalah.
• Mampu mengindentifikasi masalah.
• Mampu menyederhanakan (membersihkan) masalah.
• Kreatif.
• Memiliki pengetahuan (Knowledge) pada bidang berbeda.
• Mampu menelaah tingkat kepentingan (priority).
• Memiliki kemampuan analitis.
• Tegas dalam keputusan.
• Pikiran yang terbuka.
• Mampu menciptakan komunikasi.
• Ahli negosiasi.
• Ahli supervise / pengawasan.
Kemampuan dan keahlian oleh tiap orang memiliki standarisasi beda, skala lebih kecil atau lebih besar, kesemuanya ini harus terbentuk setelah menjalani praktek dan keterlibatan langsung pada proses wewenang & tanggung jawabnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s