Kebutuhan Energi Listrik di Gedung

Aspek pengoperasian dan pemeliharaan suatu sistem peralatan ( instalasi terpasang ) tidak dapat dipisahkan dari perancangan dan pemasangannya, walapun sistem peralatan telah dipakai dengan baik, tetapi kalau operasional dan pemeliharaannya kurang memadai, maka sistem peralatan tersebut tidak akan dapat diandalkan dengan baik.

Biasanya masalah pemeliharaan kurang mendapat perhatian, bahkan pada gedung yang telah dirancang dan dibangun dengan penampilan yang baik sekalipun. Mutu suatu gedung sebenarnya tidak dapat dinilai baik kalau perancangan, pemasangan, pengoperasian, dan pemeliharaannya tidak merupakan suatu kesatuan yang utuh dan nyata.
Secara garis besar pelaksanaan dari pemeliharaan peralatan Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing dalam suatu Gedung dapat dikategorikan sebagai pekerjaan perawatan sendiri mencakup preventive maintenance, corrective maintenance dan continues inspeksi.

Dengan acuan Inpres 10/2005 tentang tindakan hemat energi dan program konservasi energi yang dilaksanakan secara menyeluruh di lingkungan Bangunan Bertingkat, dapat mengimplementasikan upaya penghematan ( mengefisiensikan ) pemakaian energi untuk suatu kebutuhan terprioritas, agar pemborosan energi dapat dihindari. Agar program dapat tercapai, pelaksanaan dari Inspeksi secara terus menerus dan berkesinambungan terhadap faktor penggunaan energi, pendelegasian tugas yang terkoordinasi serta pengoperasian dan pemeliharaan peralatan terpasang oleh manajemen waktu terarah dapat dilaksanakan ( tugas pelaksana para teknisi ).

Dari konsumsi pemakaian energi yang digunakan di gedung, penyumbang terbesar untuk persentase energi terpakai adalah sistem tata udara ( Air Conditioning ) selanjutnya pompa, penerangan dan Lift ( Listrik induktif ). Keterkaitan yang selaras dari Pelaksanaan continues Improvement ( TQC ) untuk semua sistem yang ada dapat memaksimalkan fungsi dasar utama tiap fasilitas, dengan tujuan pengaturan efisiensi penggunaan energi, mengakibatkan tidak mengurangi tingkat kenyamanan dan produktivitas pada lingkungan kerja ( terutama Penghuni ). Dengan program TPM ( Total Productive Maintenance ) yang telah dilaksanakan secara bertahap tetapi rutin ( berkesinambungan ) akan menghasilkan nilai optimal yang telah ditargetkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s